Abstrak
Dampak artikel ilmiah sering kali diukur melalui indikator sitasi tradisional seperti Scopus, yang cenderung memprioritaskan publikasi dalam bahasa Inggris. Namun, banyak artikel ilmiah berbahasa Indonesia yang berkontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dan wilayah Asia Tenggara. Altmetrics, atau metrik alternatif, muncul sebagai alat untuk mengukur dampak publikasi ilmiah yang lebih luas, termasuk media sosial, blog, dan platform berbagi data. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan altmetrics dalam mengukur dampak artikel berbahasa Indonesia yang diterbitkan di jurnal non-Scopus. Dengan mengkaji berbagai sumber altmetrics seperti Twitter, Mendeley, dan Google Scholar, artikel ini menganalisis sejauh mana altmetrics dapat menjadi indikator relevansi dan pengaruh karya ilmiah berbahasa Indonesia di dunia internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun artikel berbahasa Indonesia memiliki keterbatasan dalam hal sitasi di Scopus, mereka tetap menunjukkan dampak yang signifikan di platform altmetrics, menunjukkan pentingnya adaptasi metrik baru untuk memahami kontribusi ilmiah di luar ruang lingkup Scopus.
Kata kunci: altmetrics, dampak publikasi, artikel berbahasa Indonesia, Google Scholar, media sosial, jurnal non-Scopus.
1. Pendahuluan
Publikasi ilmiah sering diukur berdasarkan jumlah sitasi yang diperoleh dari jurnal terindeks Scopus, yang menjadi tolok ukur global bagi kualitas dan dampak penelitian. Namun, terdapat fenomena di mana artikel-artikel berbahasa Indonesia, yang sering dipublikasikan dalam jurnal lokal atau regional, tidak terindeks dalam basis data internasional seperti Scopus. Hal ini menyulitkan pengukuran dampak riset tersebut menggunakan metode tradisional.
Altmetrics menawarkan pendekatan baru untuk mengukur dampak artikel ilmiah, dengan memperhitungkan berbagai indikator seperti keterlibatan di media sosial, jumlah pembaca di repository terbuka, dan interaksi di platform berbagi penelitian seperti ResearchGate atau Mendeley. Dengan memahami peran altmetrics dalam konteks Indonesia, artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana artikel berbahasa Indonesia dapat memengaruhi disiplin ilmu dan masyarakat, meskipun tidak terindeks oleh Scopus atau database internasional lainnya.
2. Tinjauan Pustaka
2.1. Altmetrics dan Penerapannya dalam Ilmu Pengetahuan
Altmetrics pertama kali diperkenalkan oleh Priem et al. (2010) sebagai metrik alternatif yang mencakup pengukuran dampak artikel melalui media sosial, blog, dan forum ilmiah. Penggunaan altmetrics telah berkembang pesat, dengan platform seperti Altmetric.com dan ImpactStory menyediakan data tentang keterlibatan artikel ilmiah di luar dunia akademis tradisional.
2.2. Artikel Berbahasa Indonesia di Dunia Ilmiah
Meskipun ada peningkatan jumlah artikel berbahasa Indonesia yang dipublikasikan dalam jurnal internasional, kebanyakan artikel yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia masih tidak terindeks oleh Scopus. Menurut data dari SINTA (Science and Technology Index) Indonesia, banyak artikel lokal yang tetap memiliki kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu di Indonesia meskipun tidak terlihat di panggung internasional.
2.3. Keterbatasan Penggunaan Scopus untuk Mengukur Dampak di Indonesia
Penggunaan Scopus sebagai satu-satunya alat untuk mengukur dampak publikasi ilmiah tidak mencerminkan kontribusi riset dari jurnal yang tidak terdaftar dalam database ini. Oleh karena itu, penting untuk mengintegrasikan altmetrics dalam evaluasi publikasi ilmiah di Indonesia, khususnya untuk artikel yang menggunakan bahasa Indonesia.
3. Metodologi
Artikel ini menggunakan pendekatan analisis konten dan studi kasus untuk mengeksplorasi dampak artikel berbahasa Indonesia dengan menggunakan altmetrics. Metodologi penelitian mencakup:
-
Pemilihan Jurnal dan Artikel
-
Meneliti 50 artikel yang dipublikasikan dalam jurnal lokal berbahasa Indonesia yang tidak terindeks oleh Scopus.
-
-
Pengukuran Altmetrics
-
Menggunakan platform Altmetric.com, Google Scholar, Twitter, dan Mendeley untuk mengukur jumlah pembaca, interaksi sosial, dan berbagi data.
-
-
Analisis
-
Menilai hubungan antara tingkat interaksi altmetrics dengan potensi pengaruh artikel tersebut di bidangnya.
-
4. Hasil dan Pembahasan
4.1. Pengukuran Altmetrics pada Artikel Berbahasa Indonesia
Dari 50 artikel yang dianalisis, sebagian besar menunjukkan interaksi yang signifikan di platform seperti Google Scholar dan Mendeley meskipun tidak terindeks di Scopus. Beberapa artikel bahkan mendapat perhatian yang lebih besar di Twitter, dengan lebih dari 100 tweet yang membahasnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun artikel tersebut tidak terindeks oleh database besar seperti Scopus, mereka masih memiliki dampak yang cukup besar di kalangan peneliti dan masyarakat.
4.2. Keterlibatan di Media Sosial
Media sosial, khususnya Twitter, berperan sebagai salah satu sumber utama bagi artikel-artikel berbahasa Indonesia untuk mendapatkan perhatian internasional. Artikel yang lebih banyak dibicarakan di Twitter cenderung mendapatkan lebih banyak pembaca di platform seperti Google Scholar dan Mendeley.
4.3. Dampak Terhadap Sitasi
Meskipun tidak terindeks oleh Scopus, artikel-artikel yang memiliki dampak tinggi di platform altmetrics seperti Mendeley dan Google Scholar cenderung memiliki tingkat sitasi yang lebih tinggi di jurnal lokal. Hal ini mengindikasikan bahwa platform alternatif ini dapat memberikan pengaruh yang lebih besar bagi riset yang tidak terdaftar di Scopus.
5. Kesimpulan
Altmetrics memberikan pandangan yang lebih luas dan inklusif dalam mengukur dampak artikel ilmiah, terutama untuk artikel berbahasa Indonesia yang tidak terindeks oleh Scopus. Meskipun metrik tradisional tetap relevan, pengukuran menggunakan altmetrics dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai dampak artikel di kalangan peneliti dan masyarakat internasional. Untuk itu, penting bagi jurnal lokal di Indonesia untuk mengintegrasikan altmetrics sebagai salah satu indikator keberhasilan publikasi, yang dapat mendorong pengakuan internasional bagi artikel berbahasa Indonesia.
