Skip to content
Biro Publikasi, Jurnal Ilmiah dan Informasi Digital
facebook
youtube
instagram
Biro Publikasi, Jurnal Ilmiah & Informasi Digital
Call Support 0822-6476-1314
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • Home
  • Tentang
    • Profil
    • VISI DAN MISI
    • FUNGSIONARIS & STAFF
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • PROGRAM KERJA
  • Berita Kegiatan
  • Layanan & Informasi
    • ARSIP DIGITAL
    • Aplikasi
      • UMA
        • Penjaminan Mutu
        • Himpunan Aplikasi Online
        • Open Access Journal
        • Repositori UMA
        • Online Public Access Catalog
      • Unit
        • SINTA
        • LIPAN
        • SUSITAO
        • SWAMP-D
    • HELPDESK
  • Kerjasama

Multi-Criteria Decision Making Methods: Metode Pengambilan Keputusan dengan Banyak Kriteria

Posted on September 14, 2024 by admin
0

Pengambilan keputusan adalah bagian yang sangat penting dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari bisnis, teknik, manajemen, hingga kebijakan publik. Namun, dalam banyak kasus, keputusan tidak dapat diambil berdasarkan satu kriteria saja. Terkadang, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan secara bersamaan. Di sinilah Multi-Criteria Decision Making (MCDM) atau metode pengambilan keputusan dengan banyak kriteria berperan penting.

MCDM adalah seperangkat metode dan teknik yang digunakan untuk memecahkan masalah pengambilan keputusan di mana beberapa kriteria yang bertentangan harus dipertimbangkan dan dievaluasi untuk memilih alternatif terbaik. Artikel ini akan membahas dasar-dasar MCDM, jenis-jenis metode yang digunakan, serta contoh implementasi dalam berbagai bidang.

Apa Itu Multi-Criteria Decision Making (MCDM)?

Multi-Criteria Decision Making (MCDM) adalah pendekatan sistematis yang digunakan untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah yang melibatkan berbagai kriteria dalam proses pengambilan keputusan. Dalam situasi nyata, sangat jarang masalah pengambilan keputusan hanya tergantung pada satu kriteria. Misalnya, dalam pengadaan barang, pengambil keputusan mungkin harus mempertimbangkan harga, kualitas, durabilitas, dan layanan purna jual.

Kriteria-kriteria tersebut sering kali saling bertentangan. Sebagai contoh, barang dengan kualitas tinggi biasanya memiliki harga yang lebih tinggi, sehingga menciptakan konflik antara kriteria harga dan kualitas. MCDM membantu dalam membuat trade-off yang seimbang dan memilih solusi yang terbaik secara keseluruhan.

Jenis-jenis Metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM)

Ada banyak metode MCDM yang telah dikembangkan, masing-masing dengan keunggulan dan kelemahannya sendiri. Berikut adalah beberapa metode yang paling populer:

1. Analytical Hierarchy Process (AHP)

AHP adalah salah satu metode MCDM yang paling terkenal dan banyak digunakan. Dikembangkan oleh Thomas L. Saaty pada tahun 1970-an, metode ini memungkinkan pengambil keputusan untuk membandingkan alternatif-alternatif berdasarkan beberapa kriteria dengan cara membangun hirarki masalah. Prosesnya terdiri dari:

  • Membuat hirarki keputusan: Masalah keputusan dipecah menjadi beberapa tingkat, dari tujuan utama hingga kriteria dan subkriteria, serta alternatif keputusan.
  • Perbandingan berpasangan: Pengambil keputusan membandingkan setiap kriteria dan alternatif secara berpasangan, biasanya menggunakan skala preferensi.
  • Menghitung bobot: Bobot dihitung berdasarkan hasil perbandingan berpasangan, yang mencerminkan kepentingan relatif dari setiap kriteria atau alternatif.

AHP sangat efektif dalam situasi yang memerlukan struktur yang jelas dan evaluasi kriteria yang subjektif. Namun, proses ini bisa menjadi kompleks dan memakan waktu jika ada terlalu banyak kriteria atau alternatif.

2. Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS)

TOPSIS adalah metode MCDM yang sederhana namun efektif. Prinsip utamanya adalah memilih alternatif yang paling dekat dengan solusi ideal positif (kriteria terbaik) dan paling jauh dari solusi ideal negatif (kriteria terburuk). Langkah-langkah umum dalam TOPSIS meliputi:

  • Normalisasi matriks keputusan: Data asli diubah menjadi bentuk standar yang dapat diperbandingkan.
  • Penentuan solusi ideal positif dan negatif: Solusi ideal positif adalah nilai maksimum untuk setiap kriteria yang diinginkan, sedangkan solusi ideal negatif adalah nilai minimum.
  • Menghitung jarak dari solusi ideal: Alternatif yang memiliki jarak terdekat ke solusi ideal positif dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif dipilih sebagai yang terbaik.

TOPSIS mudah dipahami dan diterapkan, namun metode ini memerlukan normalisasi data dan sering kali dianggap tidak memadai untuk masalah yang sangat kompleks.

3. Elimination and Choice Expressing Reality (ELECTRE)

ELECTRE adalah metode MCDM yang didasarkan pada konsep outranking, di mana alternatif dibandingkan satu sama lain dan disaring berdasarkan dominasi. Metode ini berguna ketika ada banyak alternatif dan kriteria yang harus dievaluasi. Langkah-langkah dalam ELECTRE mencakup:

  • Membangun matriks keputusan: Alternatif dibandingkan berdasarkan setiap kriteria.
  • Menciptakan relasi outranking: Relasi ini menunjukkan seberapa kuat satu alternatif lebih baik daripada yang lain berdasarkan kriteria.
  • Melakukan analisis dominasi: Alternatif yang paling dominan akan dipilih.

ELECTRE digunakan dalam situasi yang rumit di mana ada konflik serius antara kriteria. Namun, metode ini bisa memerlukan penghitungan yang sangat rumit dan terkadang kurang intuitif.

 

Recent Posts

Recent Comments

No comments to show.
KAMPUS I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168 CALL CENTER : 0811-6013-888
[email protected]
KAMPUS II
Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
(061) 42402994
[email protected]

STATISTIK PENGUNJUNG

  • 0
  • 178
  • 160
@Copyright 2025 PDAI | Universitas Medan Area