Dalam semangat mengejar publikasi, tidak sedikit penulis—baik dosen, peneliti, maupun mahasiswa—yang tergoda untuk mengirimkan artikel yang sama ke lebih dari satu jurnal secara bersamaan. Praktik ini dikenal sebagai double submission.
Sekilas, hal ini tampak seperti strategi cerdas untuk mempercepat publikasi. Namun kenyataannya, double submission adalah pelanggaran serius terhadap etika akademik yang dapat merusak reputasi penulis secara jangka panjang. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang apa itu double submission, mengapa dilarang, serta sanksi dan dampak yang bisa ditimbulkannya.
Apa Itu Double Submission?
Double submission adalah tindakan mengirimkan satu naskah artikel ilmiah yang sama ke dua atau lebih jurnal sekaligus dalam waktu yang bersamaan, tanpa memberi tahu pihak jurnal.
Tindakan ini berbeda dengan:
-
Duplicate publication: artikel yang sama dipublikasikan dua kali di tempat berbeda.
-
Salami slicing: memecah satu penelitian menjadi beberapa publikasi kecil yang minim kontribusi.
Mengapa Double Submission Dilarang?
| Alasan | Penjelasan |
|---|---|
| Melanggar etika publikasi | Aturan utama jurnal: satu artikel hanya boleh dikirim ke satu tempat pada satu waktu. |
| Menyita waktu dan sumber daya reviewer | Dua atau lebih jurnal akan mengerahkan timnya untuk menilai artikel yang sama. |
| Menurunkan kredibilitas penulis | Jika ketahuan, penulis bisa di-blacklist dari jurnal-jurnal tersebut. |
| Membuat kebingungan dalam sitasi ilmiah | Dua jurnal bisa menerbitkan artikel yang sama, menyebabkan kebingungan dalam referensi. |
Contoh Nyata Dampak Double Submission
-
Penarikan Artikel Secara Paksa: Jika dua jurnal menemukan bahwa mereka sedang memproses artikel yang sama, salah satunya (atau keduanya) akan menarik artikel tersebut secara publik.
-
Peringatan Resmi atau Blacklist: Penulis bisa menerima peringatan resmi dari dewan editorial, bahkan dicoret dari daftar penulis yang bisa submit di masa depan.
-
Reputasi Institusi Terkena Dampak: Nama baik institusi afiliasi penulis bisa ikut tercoreng jika dianggap tidak membina integritas akademik yang baik.
Pernyataan Etika: Komitmen Penulis
Saat submit artikel, hampir semua jurnal meminta penulis menyetujui pernyataan bahwa:
“This manuscript has not been published and is not under consideration elsewhere.”
Dengan menyetujui pernyataan ini, penulis terikat secara etis dan hukum akademik untuk tidak mengirim artikel tersebut ke tempat lain sampai ada keputusan final dari jurnal pertama.
Alternatif yang Etis
Jika Anda merasa jurnal pertama terlalu lama atau tidak merespons, ada langkah-langkah etis yang bisa dilakukan:
-
Tunggu minimal 3–4 bulan setelah submit sebelum mengirim pertanyaan ke editor.
-
Kirim email sopan menanyakan status artikel.
-
Jika ingin mencabut artikel, kirim surat penarikan resmi terlebih dahulu dan tunggu konfirmasi.
-
Baru setelah mendapatkan konfirmasi penarikan, Anda boleh mengirim ke jurnal lain.
Etika Bukan Formalitas, Tapi Inti dari Ilmu Pengetahuan
Etika dalam publikasi bukan sekadar peraturan administratif. Ia adalah fondasi kepercayaan dalam dunia akademik. Tanpa etika, sistem pengetahuan ilmiah akan dipenuhi kekacauan dan duplikasi. Peneliti yang baik adalah mereka yang menjunjung tinggi integritas, bukan hanya dalam hasil penelitian, tapi juga dalam proses penyebaran pengetahuan.
Penutup
Double submission adalah kesalahan serius yang dapat merusak reputasi akademik Anda secara permanen. Dalam dunia ilmiah, kejujuran, kesabaran, dan etika adalah nilai yang lebih tinggi daripada kecepatan publikasi.
Jangan ambil jalan pintas. Hormati proses ilmiah. Dan jika Anda ragu, tanyakan pada pembimbing atau rekan sejawat sebelum submit ke jurnal manapun.
