Abstrak
Sistem Indeksasi Nasional (Science and Technology Index atau SINTA) menjadi rujukan utama penilaian publikasi ilmiah di Indonesia. Namun, praktik ini sering dibandingkan dengan standar internasional seperti Scopus dan Web of Science. Artikel ini menganalisis kesesuaian kebijakan SINTA dengan best practice internasional, mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas naskah, transparansi peninjauan, dan perilaku penulis. Dengan pendekatan analitik, artikel ini menyajikan rekomendasi untuk meningkatkan kredibilitas jurnal lokal dan integrasi standar internasional tanpa mengurangi relevansi nasional.
Kata kunci: SINTA, best practice, kualitas naskah, jurnal ilmiah, kebijakan publikasi.
1. Pendahuluan
SINTA dikembangkan untuk memetakan produktivitas penelitian Indonesia dan memeringkat jurnal nasional. Sistem ini memberikan insentif bagi penulis dan institusi, namun beberapa isu muncul:
-
Ketergantungan pada kuantitas publikasi dibandingkan kualitas konten.
-
Kesenjangan dengan standar internasional terkait transparansi peer review, reproducibility, dan integritas data.
-
Potensi praktik gaming seperti self-citation berlebihan atau citation stacking.
Perbandingan antara SINTA dan praktik internasional diperlukan untuk mendorong peningkatan kualitas publikasi.
2. Tinjauan Pustaka
2.1. Sistem SINTA
SINTA menilai jurnal, penulis, dan institusi berdasarkan sitasi, publikasi, dan indeks lainnya. Sistem ini bersifat kuantitatif dan memberikan peringkat dari SINTA 1 hingga SINTA 6.
2.2. Best Practice Internasional
Standar internasional, misalnya di Scopus atau Web of Science, menekankan:
-
Transparansi proses peer review.
-
Kepatuhan terhadap prinsip open access.
-
Audit reproducibility dan integritas data.
-
Evaluasi dampak ilmiah melalui altmetrics dan sitasi yang lebih kontekstual.
2.3. Perbandingan Awal
Beberapa penelitian menunjukkan:
-
Jurnal SINTA tinggi terkadang tidak memenuhi standar transparansi internasional.
-
Penulis fokus pada kuantitas untuk mencapai ranking SINTA, sementara kualitas dan keterbacaan naskah kadang terabaikan.
3. Metodologi Analisis
Pendekatan artikel ini mencakup:
-
Analisis Kebijakan: Membandingkan kriteria SINTA dengan pedoman best practice internasional.
-
Evaluasi Dampak pada Naskah: Mengkaji kualitas naskah jurnal lokal melalui indikator sitasi, reproducibility, dan keterbacaan.
-
Survei Stakeholder: Mengumpulkan persepsi editor, reviewer, dan penulis mengenai SINTA dan praktik internasional.
Data dikumpulkan dari: jurnal SINTA 1-3, dokumen kebijakan SINTA, dan pedoman penerbit internasional (Elsevier, Springer, Wiley).
4. Hasil dan Diskusi
4.1. Keselarasan Kebijakan
-
SINTA fokus pada kuantitas publikasi dan sitasi, sedangkan praktik internasional menekankan kualitas, reproducibility, dan transparansi.
-
Beberapa jurnal SINTA belum menyediakan open peer review atau akses terbuka yang memadai.
4.2. Dampak pada Kualitas Naskah
-
Penulis lokal lebih memprioritaskan jumlah artikel dibandingkan standar metodologi dan keterbacaan.
-
Review process cenderung singkat dan tidak selalu terdokumentasi secara transparan.
-
Masih ditemukan praktik self-citation dan citation stacking untuk meningkatkan ranking.
4.3. Persepsi Stakeholder
-
Editor dan penulis menyadari kebutuhan integrasi standar internasional, namun menghadapi kendala infrastruktur dan pembiayaan.
-
Reviewer menganggap peer review lokal terkadang terburu-buru karena tekanan target SINTA.
4.4. Rekomendasi
-
Integrasi best practice internasional: transparansi review, open access, dan dokumentasi reproducibility.
-
Menetapkan metrik kualitatif tambahan untuk SINTA: kualitas metodologi, keterbacaan, dan relevansi ilmiah.
-
Pelatihan editor dan penulis untuk mengurangi fokus berlebihan pada kuantitas publikasi.
5. Kesimpulan
SINTA berperan penting dalam memetakan produktivitas penelitian nasional, namun perbedaan dengan praktik internasional dapat memengaruhi kualitas naskah. Dengan mengadopsi prinsip best practice internasional secara selektif, jurnal lokal dapat meningkatkan kredibilitas dan daya saing internasional, tanpa mengabaikan relevansi nasional.
