Abstrak
Publikasi ilmiah sering memprioritaskan novelty, sehingga hasil negatif (negative results) dan studi replikasi (replication studies) cenderun
Dari Pre-Review ke Post-Publication Review: Arsitektur Umpan Balik Berkelanjutan
Abstrak
Proses peer review tradisional pada jurnal ilmiah sering terbatas pada tahap pra-publikasi (pre-review), yang dapat menimbulkan keterlambatan
UMA Gelar Refreshment Pengelola Jurnal untuk Tingkatkan Kualitas Tata Kelola dan Akreditasi
Medan, 19 Agustus 2025 – Universitas Medan Area (UMA) melalui Biro Publikasi, Jurnal Ilmiah & Informasi Digital (BPJIID) menyelenggarakan kegiat
SINTA vs. Praktik Best Practice Internasional: Analisis Kebijakan dan Dampak pada Kualitas Naskah
Abstrak
Sistem Indeksasi Nasional (Science and Technology Index atau SINTA) menjadi rujukan utama penilaian publikasi ilmiah di Indonesia. Namun, pra
Refreshment Pengelola Jurnal: Penguatan Tata Kelola dan Peningkatan Kualitas Publikasi di Universitas Medan Area
Dalam rangka peningkatan kualitas tata kelola jurnal dan mendukung akreditasi serta reputasi publikasi ilmiah, Universitas Medan Area melalui Biro Pub
Fair Use Gambar dan Tabel pada Artikel Ilmiah: Checklist Legal Praktis untuk Editor
Abstrak
Penggunaan gambar, tabel, dan ilustrasi dalam artikel ilmiah memerlukan perhatian terhadap hak cipta dan prinsip fair use. Editor sering meng
Skema Fast Track yang Adil: Kapan Layak, Bagaimana Transparan, dan Metrik Keberhasilan
Abstrak
Skema fast track dalam publikasi atau karier akademik memberikan percepatan proses peninjauan atau promosi bagi individu atau kelompok terten
Menjembatani Research Gap: Teknik Menulis ‘Problem Framing’ yang Terukur dan Terhindar dari Hype
Abstrak
Penulisan problem framing yang efektif merupakan kunci dalam menyusun penelitian yang relevan, terukur, dan memiliki kontribusi nyata terhada
Mendesain Author Contribution Taxonomy (CRediT) Versi Sederhana untuk Jurnal Non-STM
Abstrak
Transparansi kontribusi penulis menjadi isu penting dalam publikasi ilmiah, terutama untuk jurnal non-STM (sosial-humaniora dan ilmu terapan)
